May 2013
27 posts
penerimaan terkadang menjadi tiri diantara ikhlas, menjadi perantara atas kepura-puraan nalar dan perasaan, menyampingkan rasa mengutamakan harga diri, berlindung pada harkat.
sekat-sekat terhimpit dalam sedetak
terengap dalam pekat
teendus oleh hembusan angin
ter iringi doa
sedetak dalam senadi sang Maha Pencipta
revisi otak
aku tertatih-tatih mengejar sarjanaku
terseruk-seruk oleh arus
tergilas mesin
ah sayang itu hanya impian
karena hidupku sebatas revisi skripsi
yah sayangnya revisi saja tak buat resmi
aku ini hanya pemimpi di kolong langit
kau tak mengerti?
sudahlah aku tak untuk kau mengerti
-pembuat skripsi
pedansa pedosa
menarilah tanpa kenal luka
terlontang-lanting bagai selinting
terus menuai apa yang kau suka
berlantun-lantun dari desakkan yang satu dengan yang lain
terus menggeser kaki hingga pagi
berdarah dan berair mata
kemudian disisipi sesal dalam lantai dansa
kumuh dan pengap sesaki rongga paru
kepulan dosa meletup-letup
dia ingin kembali keharibaan
Doa Seorang Musafir
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………...
1 tag
As we grow up, we learn that even the one person that wasn’t supposed to ever let us down, probably will. You’ll have your heart broken and you’ll break others’ hearts. You’ll fight with your best friend or maybe even fall in love with them, and you’ll cry because time is flying by. So take too many pictures, laugh too much, forgive freely, and love like you’ve never been hurt. Life comes with no...
April 2013
31 posts
izinkan tanganku mengusap lembut, lalu menampar pipimu perlahan
sejak kapan kamu terlalu percaya?
sejak kamu jatuh cinta?
sejak kapan kamu mulai mempercayai sebuah kebohongan?
sejak kamu jatuh cinta?
ia terjatuh namun terlalu tajam sehingga terlalu naif
sehingga ia menjadi lari
dalam kaidahnya sendiri
murka dan berapi
lalu terbakar oleh ego dan lelehan air mata
ah.. ironi anak muda
sajakku mengenal baik siapa dirimu
sajakku mengenal dengan baik siapa dirimu tubuh gugusan kurma, jemari daun palma kau ikat dadaku bak liar gulma melalui sulur ingatan, jerat semusim lama sajakku mengenal dengan baik siapa dirimu perempuan lekuk tubuh tembikar apa yang lidah api cumbui lalu bakar geliat laksana pelanduk di padang belukar sajakku mengenal dengan baik siapa dirimu perempuan hati batu, cemas tak terampu ...